PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA

Perkuat Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak, Dinas PPPAPPKB Adakan Pelatihan Bagi Aktivis-aktivis PATBM

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus bagi aktivis-aktivis PATBM se- Provinsi Kalimantan Utara. Pelatihan itu juga sebagai upaya mendorong terwujudnya perlindungan anak di daerah khususnya Kabupaten Tana Tidung.

Terbangunnya mekanisme yang efektif untuk mengidentifikasi/mendeteksi, menolong, dan melindungi anak-anak yang menjadi korbankekerasan termasuk untuk mencapai keadilan bagi korban dan pelaku anak. Untuk itu diperlukan pemahan tentang jejaring kerja berbagai lembaga pelayanan yang berkualitas dan mudah dijangkau untuk mengatasi korban maupun pelaku dan menangani anak dalam risiko kekerasan.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kaltara, Imransyah, SE menerangkan, usaha perlindungan anak sudah banyak dilakukan namum sebagian besar praktik tersebut belum terpadu melibatkan keluarga, anak dan masyarakat serta kurangnya koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Berdasarkan kondisi tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Dinas PPPAPPKB Provinsi Kaltara melaksanakan strategi pembentukan Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yaitu gerakan perlindungan anak yang dikelola oleh sekelompok orang yang tinggal disuatu wilayah yakni desa atau kelurahan. Diawali dengan dibentuknya fasilitator PATBM di tingkatProvinsi, kemudian fasilitator yang telah terlatih membentuk aktivis PATBM di tingkat Kab/kota dan dilanjutkan hingga kecamatan yang dapat juga diartikan sebagai peningkatan Sumber Daya Manusia”,” ucapnya, saat membuka kegiatan Pelatihan Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak bagi aktivis-aktivis PATBM secara resmi, Selasa (12/11/2021).

Penguatan jejaring antar lembaga penyedia layanan anak merupakan salah satu implementasi dari UU No 23 Tahun 20221 tentang Perlindungan Anak dan UURI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 72, dimana komitmen ini merupakan wujud nyata dari Pemerintah Indonesia dalam memberikan jaminan atas perlindungan seluruh anak Indonesia.

Aktivis-aktivis PATBM dalam pengabdiannya di masyarakat, selanjutnya secara bertahap dilalukan pengembangan melalui pendekatan yang bersifat partisipatif dalam bentuk pendelegasian wewenang dan pemberian peran yang semakin besar dalam bentuk pelayanan hokum, pelayanan social dan pendampingan.

Imransyah menambahkan, PATBM merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak..

“Aktivis-aktivis  PATBM yang telah terbentuk dan memperoleh pelatihan agar dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal, dengan demikian kita dapat mencegah dan menekan kekerasan pada anak di Provinsi Kalimantan Utara terutama di Kabupaten Tana Tidung,” jelasnya.

Ia juga berharap, semoga usai kegiatan pelatihan ini, untuk semua pihak dapat berkomitmen dan berkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak, mewujudkan jejaring kerja dengan berbagai lembaga pelayanan yang berkualitas di Kalimantan Utara.

Diketahui, dalam kegiatan Pelatihan Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak bagi aktivis-aktivis PATBM yang berlangsung pada tanggal 12 Oktober 2021 ini, DPPPAPPKB Provinsi Kalimantan Utara melibatkan 50 orang peserta baik secara daring maupun luring yang terdiri dari LSM, pemerhati anak dan perempuan, apparat penegak hokum, SKDP terkait, tokoh masyarakat dan kader-kader kelompok masyarakat.

Reporter : DPPPAPPKB Prov. Kaltara

Komentar

Kirim Komentar Anda